Breaking News

Review Gundala: Jagad Bumi Langit Dimulai!


IMedia9.net - Beberapa pekan setelah rilisnya aktor dan aktris yang akan meramaikan Jagat Sinema Bumi Langit (JSB) jilid I, akhirnya, film pertama mereka yang banyak ditunggu penggemar film superhero ini tayang perdana pada 29 Agustus 2019. Sebagai gerbang utama rangkaian film JSB jilid I, tentunya Gundala wajib tak mengecewakan.

Gundala, film yang diadaptasi dari komik karya Hasmi ini versi film nya cukup jauh berbeda dari versi komiknya. Dimana Sancaka, dikisahkan di komik sebagai seorang jenius yang terlalu fokus pada pekerjaannya lalu putus cinta dan berlari ditengah hujan dan tersambar petir. Dari sanalah kekuatannya muncul. Sedang versi filmnya, dimodifikasi sedemikian rupa oleh Joko Anwar sehingga memiliki masalah dan latar yang lebih kekinian.


Film Gundala diawali dengan mengisahkan masa kecil Sancaka, seorang anak yang takut petir. Ia merasa selalu dikejar petir, katanya. Sancaka digambarkan sebagai anak yang hidup dalam kesulitan, ayahnya adalah seorang aktivis buruh pabrik.

Kesedihan Sancaka dimulai ketika ditinggal mati ayahnya dalam demo buruh yang ia saksikan sendiri. Dibawah derasnya hujan ia menangis dan tak sengaja tersambar petir. Kesedihan Sancaka bertambah setahun setelahnya, ia ditinggal ibunya bekerja ke luar kota dan tak pernah kembali.

Dari sini Sancaka kecil merantau dan bekerja serabutan. Ia juga merasakan kejamnya hidup dengan beberapa kali menjadi korban kekerasan jalanan. Salah satu tokoh antagonis utama di film Gundala juga memiliki kisah traumatis pada masa kecil, yaitu Pengkor, diperankan oleh Bront Palarae. Pengkor kecil hidup berkecukupan, namun semua itu hancur ketika sang ayah difitnah membunuh seorang warga.

Amarah warga kampung pun membuncah dan beramai-ramai membakar rumah keluarga Pengkor. Selamat dari kejadian itu, ia dimasukkan panti asuhan yang terkenal tidak manusiawi pada anak-anak. Namun ia berhasil mengumpulkan massa panti asuhan untuk balas dendam kepada para penjaga panti.

Trauma anak-anak ini menjadi latar belakang karakter kedua tokoh tersebut ketika dewasa. Sancaka, yang diperankan oleh Abimana Aryasatya, menjadi pahlawan yang berbayang masa kecilnya. Mulai dari membantu tetangga kamarnya yang sering didatangi preman, melawan 30 preman pasar, hingga menyadari kekuatannya untuk melawan pasukan Pengkor dan mulai memahami alur penjebakkannya sebagai Gundala.

Sedangkan trauma Pengkor menjadikannya mafia yang ingin membuat masyarakat tak bermoral. Pengkor juga mengumpulkan ribuan anak yatim piatu untuk menjadi tentaranya.
Gundala menjadi film yang menunjukkan situasi politik zaman ini serta menyelipkan beberapa pesan penting untuk politik Indonesia.

Seperti tokoh Pengkor yang dimudahkan segalanya karena uang, praktik korupsi hingga penyerangan oknum politik bersih. Adapun pesan yang cukup menyentil penonton salah satunya agar pemerintahan berfokus pada masalah semacam korupsi dibanding terlalu banyak mengurus orientasi seksual masyarakat.

Overall, Gundala cukup memberikan kesan yang mendebarkan saat menontonnya. Cerita yang disusun ciamik dan memiliki “plot twist”, aksi laga para aktor muda maupun dewasa yang memukau, serta sentuhan horor dari Joko Anwar pun terasa di beberapa bagian film. Tak luput pula komedi yang menggelakkan tawa penonton cukup menghiasi pembuka JSB Jilid I.


Walaupun memang efek visual belum sesempurna sinema luar negeri, namun efek audionya berhasil membuat penonton merasa dag-dig-dug. Ditambah peran dari para pemain yang sangat tidak dibuat-buat seperti Tara Basro, Lukman Sardi, Ario Bayu, dan beberapa villains seperti salah satunya Kelly Tandiono yang sangat amat mencengangkan.

Kemunculan Sri Asih (Pevita Pearce) secara tiba-tiba membuat penonton semakin bersemangat.
Film ditutup dengan gemuruh tepuk tangan penonton yang tak langsung meninggalkan bangku bioskop. After credits yang dijanjikan JSB cukup membuat penasaran dan pastinya menuntut kelanjutan yang tak kalah keren dari kisah Sri Asih, Gundala, dan pahlawan lainnya.

Gundala di cap sukses dengan penonton diatas target dihari pertama sebanyak 174.013 orang. Jagad Superhero Bumi Langit Dimulai!

No comments