Breaking News

Inspirasi Pagi: Menjadi Baik Dengan Berhenti Memikirkan Diri Sendiri


IMedia9.net - Jika pagi ini kamu merasa tidak bersemangat, letih, loyo, lemah, lesu, letoy dan merasa hidup ini tidak ada artinya lagi, cobalah diam sejenak dan merenung. Salah satu kesalahan yang kamu lakukan saat ini mungkin, karena kamu terlalu banyak memikirkan diri sendiri.

Loh? Kok gitu?

Iyalah. Karena pikiranmu selalu disibukkan dengan memikirkan diri sendiri dan ada begitu banyak hal yang tidak bisa kamu penuhi untuk dirimu sendiri, makanya kamu jadi bete dan uring-uringan nggak jelas.

Cara paling ampuh untuk keluar dari pola pikir analitis (yang biasanya merasuki pikiran mereka yang terjebak dalam pola pikir akademis, birokratis, melankolis yang "dipaksakan" sistematis) adalah dengan berhenti berpikir tentang diri sendiri.

Berhenti untuk berpikir "Semuanya tentang saya", "Yang penting saya happy", "Pokoknya gimana saya ajalah, entah dengan yang lain"

Sebagai inspirasi pagi ini, cobalah sejenak untuk berhenti memikirkan diri sendiri dan mulai memikirkan mantan. Eh? Salah. Maksudnya cobalah untuk bukan hanya memikirkan diri sendiri tapi juga mulai memikirkan orang lain.

Maksudnya bener-bener orang lain. Bukan mantan yang lain, gebetan yang lain, atau semacamnya. Fokus!

  • Cobalah untuk memikirkan hal-hal baik yang ada pada diri anda dan orang lain.
  • Cobalah untuk mengatakan hal-hal baik tentang diri anda dan tentang orang lain.
  • Cobalah untuk bertindak baik terhadap diri anda dan orang lain.

Cara ini akan membangkitkan sebuah energi positif dalam diri anda yang disebut sebagai "kesadaran akan kebaikan". Jika anda sudah sadar akan tentang kebaikan, mungkinkah anda akan sibuk memikirkan keburukan yang hanya akan menghancurkan diri anda seperti debu yang dihembus angin dan kenangan sang mantan? Eaaa.

Pola pikir ini membuat orang-orang lupa untuk berpikir tentang menjadi baik. Karena untuk menjadi baik, kamu nggak perlu menjadi pintar. Untuk menjadi baik, kamu hanya perlu belajar untuk menjadi seorang manusia.

Buat kamu yang lupa apa itu definisi manusia, nih saya kasih tahu lagi.

Manusia adalah makhluk yang hidup secara sosial, dan bukan hidup di media sosial.

Media sosial kadang menjadi tempat bagi kita untuk terus memikirkan diri sendiri tanpa memperdulikan orang lain. Nggak heran banyak yang stress dan spontan hilang semangat hanya gara-gara membaca beberapa kalimat provokatif di akun media sosialnya.

Ini bukan masalah facebook, twitter, instagram, miligram, kilogram dan sebagainya. Ini adalah masalah kita semua, para manusia, yang terkadang lupa untuk kembali menjadi baik.

Agar dapat menjadi baik, mulai saat ini, cobalah untuk berhenti memikirkan ego diri sendiri dan mulai memikirkan orang lain, maka secara tidak sadar kita akan menciptakan kebahagiaan dalam diri kita sendiri.

Emang sih, ini kedengerannya nggak logis. Tapi coba aja deh cobain sendiri. Ketika kamu punya uang dan berhasil membeli barang yang kamu suka dengan kamu membelikan sebuah barang untuk seseorang yang kamu sayangi, gimana rasanya?

Berpikirlah yang baik-baik (jangan mantan mulu yang dipikirin), berbicaralah yang baik-baik (jangan mengumpat mulu ala youtube toxic), dan bertindaklah ramah pada semua orang. Karena kesengsaraan emosional hanya akan terjadi pada seseorang yang sibuk memenuhi kebutuhan diri sendiri (yang takkan pernah tercukupi) dan lupa untuk berbagi dengan orang lain.

Perjalanan rollercoaster dari emosi manusia hanyalah hasil dari dialog batin yang berkelanjutan antara kepala dan hati. Pikiran yang tidak baik pasti akan menciptakan masalah, tetapi hati yang baik selalu bisa menyelesaikan masalah.

Terus menjadi baik dengan berhenti memikirkan diri sendiri. Judul artikelnya kedengaran aneh dan nggak logis. Tapi sekali lagi, untuk menjadi orang baik kamu nggak perlu berpikiran logis. Kenapa?

Karena kebahagiaan sejati dalam hidup terletak di dalam hati, bukan di dalam kepala.

No comments