Breaking News

9 Model Analisis Bisnis


Sederhananya, model analisis bisnis menguraikan langkah-langkah yang diambil bisnis untuk menyelesaikan proses tertentu, seperti memesan produk atau membeli karyawan baru. Pemodelan proses (atau pemetaan) adalah kunci untuk meningkatkan efisiensi proses, pelatihan, dan bahkan mematuhi peraturan industri.

Karena ada berbagai jenis proses, organisasi, dan fungsi dalam bisnis, BA menggunakan berbagai model visual untuk memetakan dan menganalisis data.

Lihatlah sembilan model analisis bisnis penting ini untuk disertakan dalam kotak alat Anda.

1. ACTIVITY DIAGRAM

Activity diagram adalah jenis diagram perilaku UML yang menggambarkan apa yang perlu terjadi dalam suatu sistem. Diagram ini sangat berguna untuk mengkomunikasikan proses dan prosedur kepada para pemangku kepentingan dari tim bisnis dan pengembangan.

Diagram aktivitas dapat digunakan untuk memetakan proses masuk ke situs web atau menyelesaikan transaksi seperti menarik atau menyetor uang.



2. FEATURE MIND MAP

Diagram bisnis tidak hanya untuk analisis tahap akhir atau dokumentasi. Mereka juga berguna selama fase brainstorming awal proyek. Peta pikiran fitur membantu dalam mengatur proses curah pendapat kadang-kadang berantakan sehingga ide, masalah, dan permintaan secara jelas ditangkap dan dikategorikan.

Visual ini memastikan detail dan ide awal tidak masuk ke celah sehingga Anda dapat membuat keputusan tentang arah, tujuan, dan ruang lingkup proyek.



3. PRODUCT ROADMAP 

Roadmap produk (atau fitur) menguraikan pengembangan dan peluncuran produk dan fitur-fiturnya. Mereka adalah analisis terfokus evolusi produk, yang membantu pengembang dan pemangku kepentingan lainnya fokus pada inisiatif yang menambah nilai langsung kepada pengguna.

Keindahan roadmap produk terletak pada fleksibilitas dan berbagai aplikasi. Peta jalan produk yang berbeda untuk menggambarkan informasi yang berbeda, termasuk:


  1. Pemeliharaan dan perbaikan bug
  2. Rilis fitur
  3. Sasaran produk strategis tingkat tinggi


Sementara peta jalan produk umumnya digunakan secara internal oleh tim pengembangan, mereka juga sumber daya yang berguna untuk kelompok lain seperti penjualan.


Garis besar dan jadwal produk yang ditentukan membantu penjualan tetap pada halaman yang sama dengan pengembang sehingga mereka dapat memberikan informasi yang akurat dan terkini kepada prospek dan klien mereka. Karena keserbagunaannya dan aplikasi yang luas di seluruh tim dan organisasi, peta jalan produk adalah bagian inti dari kotak alat analis.

4. ORGANIZATIONAL CHARTS

Organisasional Chart menguraikan hierarki bisnis atau salah satu departemen atau timnya. Mereka terutama merupakan bagan referensi yang bermanfaat bagi karyawan untuk dengan cepat memahami bagaimana perusahaan dikelola dan mengidentifikasi pemangku kepentingan utama dan titik kontak untuk proyek atau pertanyaan.


Selain itu, bagan organisasi terbukti bermanfaat untuk analisis pemangku kepentingan dan pemodelan pengelompokan dan tim baru setelah perubahan organisasi.

5. SWOT ANALYSIS 

Analisis SWOT adalah alat mendasar dalam melakukan analisis. SWOT adalah singkatan dari Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman). Analisis SWOT mengevaluasi kekuatan dan kelemahan bisnis dan mengidentifikasi setiap peluang atau ancaman terhadap bisnis itu.

Analisis SWOT membantu pemangku kepentingan membuat keputusan strategis terkait bisnis mereka. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang sambil mengurangi dampak ancaman dan kelemahan internal atau eksternal.


Dari perspektif pemodelan visual, analisis SWOT cukup mudah. Model tipikal akan memiliki empat kotak atau kuadran — satu untuk setiap kategori — dengan daftar berpoin yang menguraikan hasil masing-masing.

6. User Interface Wireframe

Diagram bisnis penting lainnya adalah gambar rangka UI. Tim pengembangan perangkat lunak menggunakan wireframes (juga disebut maket atau prototipe) untuk secara visual menguraikan dan merancang tata letak untuk layar tertentu. Dengan kata lain, gambar rangka adalah cetak biru untuk situs web atau program perangkat lunak. Mereka membantu pemangku kepentingan menilai kebutuhan dan pengalaman navigasi untuk aplikasi praktis yang sukses.


Wireframes berkisar dari prototipe low-fidelity hingga high-fidelity. Wireframe low-fidelity adalah garis besar yang paling dasar, hanya menampilkan tata letak layar kosong. Wireframe high-fidelity biasanya diberikan dalam tahap perencanaan selanjutnya dan akan mencakup elemen UI tertentu (mis., Tombol, bilah drop-down, bidang teks, dll.) Dan menggambarkan bagaimana implementasi akhir akan terlihat di layar.

7. PROCESS FLOW DIAGRAM 

Process Flow Diagram  (PFD) biasanya digunakan dalam teknik kimia dan proses untuk mengidentifikasi aliran dasar proses pabrik, tetapi juga dapat digunakan di bidang lain untuk membantu pemangku kepentingan memahami bagaimana organisasi mereka beroperasi.


PFD paling baik digunakan untuk:

  • Dokumentasikan suatu proses.
  • Pelajari suatu proses untuk membuat perubahan atau perbaikan.
  • Meningkatkan pemahaman dan komunikasi antara para pemangku kepentingan.

Diagram-diagram ini fokus pada sistem tingkat tinggi yang luas daripada menjelaskan detail proses minor.

8. ANALISIS PESTLE

Secara umum skema analisis PESTLE sama dengan analisis SWOT. PESTLE mengevaluasi faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi kinerja bisnis. Singkatan ini adalah singkatan dari enam elemen yang mempengaruhi bisnis: politik, ekonomi, teknologi, lingkungan, hukum, dan sosiologis.

Analisis PESTLE menilai faktor-faktor yang mungkin ada dalam setiap kategori, serta dampak potensial, durasi efek, jenis dampak (mis., Negatif atau positif), dan tingkat kepentingan.


Jenis analisis bisnis ini membantu para pemangku kepentingan mengelola risiko, merencanakan secara strategis, dan meninjau tujuan dan kinerja bisnis, serta berpotensi memperoleh keunggulan dibandingkan pesaing.

9. ENTITY RELATIONSHIP DIAGRAM

Diagram hubungan-entitas (diagram ER) menggambarkan bagaimana entitas (mis., Orang, objek, atau konsep) saling berhubungan satu sama lain dalam suatu sistem. Misalnya, diagram ER logis secara visual menunjukkan bagaimana istilah dalam glosarium bisnis organisasi saling terkait.

Diagram ER terdiri dari tiga bagian utama:


  1. Entitas
  2. Hubungan
  3. Atribut


Atribut berlaku untuk entitas, menjelaskan rincian lebih lanjut tentang konsep. Hubungan adalah tempat wawasan utama dari diagram ER muncul. Dalam model visual, hubungan antar entitas diilustrasikan secara numerik atau melalui notasi gagak.


Diagram ini paling umum digunakan untuk memodelkan struktur basis data dalam rekayasa perangkat lunak dan sistem informasi bisnis dan merupakan alat yang sangat berharga untuk melakukan analisis di bidang-bidang tersebut.

No comments